Dalam Artikel Ini:Merawat Luka Sunat ala BayiMerawat Luka Sunat ala Orang DewasaMemantau Kondisi Luka16 Referensi

Meski penyunatan adalah prosedur yang sangat biasa dialami akibat secuil besar pria, berjibun anak Adam masih belum mahir aturan yang benar buat berbenah dan merawat luka cap sunat. Jika anak Anda disunat saat masih bayi, pastikan Anda berkelaluan berbenah bilangan di sekeliling cap sunat seusai mengganti diapernya, mengeringkannya ala alami, mengoleskan vaselin buat mempercepat pemulihan sel-sel kulitnya, membebatnya dengan kain gauze (sejenis kain kasa) dan/atau perban, serta mengganti diapernya ala berkala. Jika anak alias kerabat terhampir Anda disunat saat sudah berusia dewasa (atau andaikan Anda baru sahaja disunat), metode perawatannya sedikit berbeda. Untuk mempermudah jalan pelepasan pembebat mula-mula yang melilit luka, umumnya burung perlu terlebih awal direndam, kira-kira 48 jam selepas disunat. Setelah itu, pembebat perlu diganti saban yaum alias dobel yaum sekali. Jika tidak bisa menghindari mandi, setidaknya mandilah dengan berhati-hati dan bangun kekeringan di bilangan sekeliling cap sunat. Waspadai lagi kaum fenomena kontaminasi seperti cap sunat yang memerah, membengkak, berdarah, menghunus cairan kekuningan, terasa sangat sakit, alias melahirkan Anda kepelikan buang cecair kecil.

Bagian 1

Merawat Luka Sunat ala Bayi

  1. 1

    Selalu bersihkan bilangan tersebut seusai Anda mengganti diapernya. Setelah mengganti diaper, luangkan tempo buat meyakinkan bahwa tidak sedia kotoran alias air kemih yang tersisa di bilangan sekeliling cap sunat. Untuk membersihkannya, gunakan kain berbahan lembut yang direndam dengan larutan cecair dan sabun bayi. Untuk membilasnya, tepuk-tepuk ringan bilangan yang dibersihkan dengan kain bersih yang basah. Hindari penggunaan akar berair khusus bocah setidaknya selagi 7-10 yaum pascasunat buat menghindari terjadinya iritasi indra peraba yang tidak diinginkan.[1]

  2. 2

    Keringkan bilangan tersebut dengan baik. Setelah dibersihkan, keringkan bilangan di sekeliling cap sunat ala alami. Dengan kata lain, non menggunakan handuk yang berisiko melahirkan indra peraba teriritasi saat beranjak sembuh. Jika bocah dimandikan dengan derma spons, Anda boleh mengeringkan belahan tubuh selain bilangan di sekeliling burung dengan handuk.[2]

  3. 3

    Cek ihwal diaper dan ganti ala berkala. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi alias iritasi ala indra peraba bayi, pastikan Anda mencoba ihwal diaper ala rutin. Umumnya, bocah yang baru lahir bakal kencing 20 kali sehari. Oleh karena itu, cobalah mencoba ihwal diapernya saban 2-3 jam, saat bocah menangis, alias saat insting Anda mengatakan bahwa diaper tersebut perlu diganti. Ganti diaper ala berkala mudah-mudahan kondisinya tidak terlalu berair alias kotor.[3] Hati-hati, air kemih dan kotoran dapat menginfeksi luka sunat andaikan terlalu lama tidak dibersihkan.[4]

  4. 4

    Mandikan bocah dengan derma spons. Setidaknya selagi 7-10 yaum selepas bocah disunat, non merendam bilangan yang disunat di di air. Alih-alih, usapkan spons yang menebak dibasahi dengan larutan cecair dan sabun ke wajah, kepala, dan tubuh bayi. Ketika cacat satu belahan tubuh (misalnya, kepala) sedang dibersihkan, pastikan Anda menutup belahan tubuh yang asing dengan handuk mudah-mudahan bocah tidak kedinginan. Selain itu, keringkan terlebih awal belahan tubuh yang baru sahaja dibersihkan sebelum mulai berbenah belahan tubuh yang lain.[5]

  5. 5

    Perban luka cap sunat ala bayi. Selagi jalan pemulihan berlangsung, pastikan luka cap sunat dibebat dengan pembebat mudah-mudahan tidak berkelaluan bergeselan dengan diaper. Secara umum, Anda hanya perlu mengikuti aba-aba yang diberikan akibat dokter; melainkan biasanya, Anda perlu terlebih awal berbenah dan mengeringkan luka ala alami, lalu mengoleskan vaselin mudah-mudahan pembebat tidak berapit ke luka. Kemungkinan, dukun juga bakal meminta Anda buat membalut luka dengan kain gauze alit sebelum memakaikan diaper kepada bayi.[6]

Bagian 2

Merawat Luka Sunat ala Orang Dewasa

  1. 1

    Jangan mandi alias berendam selagi setidaknya 48 jam pascasunat. Selama 48 jam selepas sunat dilakukan, hindari kegiatan mandi alias berendam mudah-mudahan luka tidak basah. Jika ingin berbenah bilangan di sekitarnya, cukup usapkan handuk alias kain berair sonder mengenai bilangan yang diperban. Ingat, luka sunat harus betul-betul banal selagi 48 jam.[7]

  2. 2

    Lepaskan pembebat pertama. Perban dan kain kasir yang dipasang akibat dukun pascasunat harus dilepaskan 48 jam setelahnya, dengan aturan merendam burung di di air. Pertama-tama, isi basi alias ember dengan larutan cecair dan jerut epsom alias jerut meja biasa buat mempercepat penyembuhan luka, lalu rendam burung cukup tidak sedia lagi belahan kain yang akrab di permukaannya.[8]

    • Rendam bilangan tersebut hanya cukup sarwa darah banal dan serat kain gauze hilang. Setelah itu, tepuk-tepuk ringan burung dengan kain gauze bersih buat mengeringkannya.
  3. 3

    Ganti pembebat ala berkala. Sebaiknya, ganti pembebat saban 24-48 jam alias saat kondisinya basah. Perban tidak perlu diganti andaikan hanya dibasahi akibat kaum rebas cecair kencing, melainkan harus diganti andaikan kondisinya betul-betul basah. Sebelum memasang pembebat baru, oleskan sedikit vaselin ke ujung burung mudah-mudahan pembebat tidak berapit ke latar kulit.[9]

  4. 4

    Mandilah setidaknya 2 minggu selepas disunat. Meski mandi adalah tindakan yang aman buat dilakukan di tempo 48 jam selepas sunat, luka cap sunat tidak boleh direndam di di bak mandi cukup kondisinya betul-betul sembuh dan banal (kecuali era membuka pembebat pertama). Mandi dapat memasukkan bakteri ke di luka dan berisiko menimbulkan kontaminasi setelahnya. Umumnya, jalan penyembuhan pascasunat berlangsung selagi 2-3 minggu, meski tempo yang idiosinkratis sangatlah bergantung kepada usia, gaya hidup, dan riwayat medis seseorang.[10]

  5. 5

    Berhati-hatilah era mandi. Selagi jalan penyembuhan berlangsung, non menyemprotkan cecair dari pancuran ala langsung ke bilangan yang disunat. Sebaliknya, berusahalah ayom cap luka dengan yad buat mencegah terjadinya iritasi. Dengan melakukannya, gaya dorong dari pancuran bakal berkurang drastis karena bencat yad Anda, melainkan indra peraba di sekeliling burung bakal tetap berair dan bersih.[11]

Bagian 3

Memantau Kondisi Luka

  1. 1

    Waspadai indra peraba yang membengkak, memerah, alias munculnya demam. Cek ihwal luka buat meyakinkan indra peraba tidak membesar alias memerah pascasunat meski faktanya, kedua ihwal tersebut biasa berlaku di tempo 7-10 yaum selepas disunat. Namun, Anda patut waspada andaikan indra peraba datang semakin ahmar alias membesar di tempo 5-10 yaum selepas disunat! Waspadalah lagi andaikan indra peraba terasa sakit alias bersuhu hangat saat disentuh karena keduanya merupakan fenomena infeksi.[12] Selain itu, segeralah menghubungi dukun andaikan bocah cecap demam di atas 37°C alias lebih tinggi selepas disunat.

  2. 2

    Amati ihwal darah yang keluar. Beberapa yaum selepas sunat, umumnya luka bakal menghunus kaum rebas darah di jumlah kecil. Namun, Anda patut waspada andaikan tetesan darah yang keluar berukuran sangat besar dan tak kunjung berhenti. Kapan juga posisi tersebut terjadi, segeralah menghubungi dokter![13]

  3. 3

    Waspadai cairan kekuningan alias kehijauan yang berkelaluan keluar dari cap luka. Biasanya, luka cap sunat memang bakal menghunus sedikit cairan kekuningan dan membentuk keropeng saat beranjak sembuh. Namun, waspadalah andaikan cairan tersebut berkelaluan keluar selagi lebih dari satu minggu! Waspadalah lagi andaikan cairan yang keluar berwarna kehijauan, menguarkan aroma yang tidak sedap, alias jumlahnya terus bertambah yang mengindikasikan luka menebak terinfeksi. Segera hubungi dukun andaikan luka sunat menghunus cairan yang mencurigakan 7 yaum setelahnya![14]

  4. 4

    Waspadai indra peraba yang melepuh ala cap sunat. Umumnya, sedikit keropeng bakal terbentuk ala luka cap sunat yang beranjak sembuh. Namun, seharusnya indra peraba di sekeliling cap sunat tidak bakal melepuh. Jika menemukan adanya belahan indra peraba yang melepuh dan berisi cairan, kemungkinan besar menebak berlaku kontaminasi yang harus segera diobati akibat dokter.[15]

  5. 5

    Pantau pola urinasi. Baik buat bocah dan anak Adam dewasa, munculnya masalah urinasi adalah cacat satu fenomena kontaminasi alias komplikasi pascasunat. Jika bocah tidak kencing di tempo 6-8 jam selepas disunat, segeralah memeriksakannya ke dokter! Hubungi lagi dukun andaikan anak Adam dewasa cecap rasa sakit alias kepelikan buang cecair alit pascasunat.[16]

Info Artikel

Artikel ini disusun bersama Laura Marusinec, MD. Dr. Marusinec adalah dukun spesialis anak besertifikasi di Wisconsin. Dia meraih gelar master M.D. dari Medical College of Wisconsin School of Medicine ala 1995.

Daftar kategori: Kesehatan Pria

Bahasa lain:

Español: limpiar una circuncisión, Português: Limpar uma Circuncisão, Français: nettoyer un pénis après une circoncision, Deutsch: Eine Beschneidung sauber halten, Italiano: Pulire un Pene dopo una Circoncisione, 한국어: 포경수술 후 관리하기, 日本語: 包皮環状切除手術後のケア, العربية: الاعتناء بجرح ما بعد الختان في الرجال, 中文: 在割完包皮后进行护理

Halaman ini menebak diakses sebanyak 3.376 kali.

Apakah esai ini akurat?