Halo, selamat pagi, pada kali ini akan membawakan mengenai cara merawat luka Cara Merawat Luka Sesuai Anjuran Medis simak selengkapnya
Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua orang pernah mengalami luka di tubuhnya. Bentuk dari luka tersebut pula amat beragam, mulai dari yang halus seukuran biji kacang hingga yang besar dan terlihat mengaga.
Medis mengartikan luka sebagai rusak atau hilangnya secuil jaringan tubuh. Kondisi tersebut terbelah jadi beberapa jenis, yaitu:
- Luka tusuk (vulnus punctum). Luka ini disebabkan akibat benda tajam yang masuk ke dalam kulit.
- Luka bedel (vulnus insivum). Luka ini disebabkan akibat benda tajam, namun tidak sampai menusuk kulit.
- Luka tembak (vulnus schlopetorum). Luka ini disebabkan akibat tembakan atau granat.
- Luka gigitan (vulnus morsum). Luka ini disebabkan akibat gigitan binatang atau manusia.
- Luka tembus (vulnus perforatum). Luka ini disebabkan akibat benda tajam yang makan jaringan tubuh.
- Luka terpotong (vulnus amputatum). Luka ini disebabkan akibat terpotong atau terpancung benda tajam.
- Luka carik (vulnus laceratum). Luka ini disebabkan akibat robeknya jaringan kulit, misalnya balasan tersangkut benda tajam, terbentur batu, dan lainnya.
- Luka kontusio (vulnus contussum). Luka ini disebabkan akibat benturan benda tumpul yang mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di kaki (gunung) kulit.
- Luka baret (vulnus excoriasi). Luka yang terjadi balasan gesekan jangat dengan benda keras.
Berdasarkan tingkat kebersihannya, luka dibagi jadi 4 jenis:
- Luka bersih. Luka balasan tindakan steril bagai operasi.
- Luka bersih kontaminasi. Luka karena benda tajam. Bersih namun lingkungan tidak steril.
- Luka kontaminasi. Luka karena benda tajam atau tumpul yang kotor.
- Luka infeksi. Luka yang sudah terkena akibat kuman.
Merawat luka bertemu anjuran medis
Beberapa jenis luka membutuhkan bantuan dari medis untuk proses perawatannya. Namun, ada juga luka yang bisa dirawat sendiri di rumah, misalnya luka baret dan luka kontusio.
Luka lainnya, bagai luka tusuk, sayat, tembak, tembus, terpotong, dan carik biasanya menyebabkan epistaksis sehingga berisiko adiluhung untuk terkena kontaminasi kian lanjut. Jenis-jenis luka tersebut perlu segera diatasi, dan akan kian ayu bila dibawa ke dokter.
Sebelum ke dokter, seseorang yang mengalaminya pula perlu melaksanakan pertolongan mula-mula untuk menghentikan perdarahan. Caranya adalah dengan melilitkan luka dengan kain bersih dan berikan tekanan di belahan tersebut. Sambil melaksanakan proses pembalutan, tekan selama 10–20 menit di belahan luka. Setelahnya, segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat apabila epistaksis lagi belum beradu atau luka terlihat amat parah. Jangan menunda, idealnya luka harus ditangani dalam waktu 6 jam dini akibat kontaminasi meningkat.
Hindari memberikan bahan yang tidak dianjurkan, bagai tapal -- tapal gigi gigi, kecap, minyak goreng, daun-daunan, kopi, kunyit, alat perasa buaya, bawang putih, dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut justru boleh mengontaminasi luka, dan menyulitkan dokter untuk berkeramas luka kelak. Risiko terjadinya kontaminasi pula jadi tinggi.
Sementara itu, jika luka yang dialami cukup kecil, Anda boleh mencuci luka tersebut dengan sabun dan cecair beludak sehabis epistaksis berhenti. Usahakan untuk berkeramas dan melepaskan benda asing yang menempel, bagai debu, rumput, dan sebagainya. Jika sulit membersihkannya, jangan memaksakan diri. Sebaiknya cari bantuan medis ketimbang meluaskan akibat kontaminasi dan perburukan kondisi.
Cara merawat luka dengan benar penting untuk mendukung proses pengobatan dan meluak akibat infeksi. Jadi, mulai saat ini, apa pula jenis luka yang dialami, Anda tetap harus merawatnya dengan saksama agar tidak berujung pada kontaminasi atau ihwal buruk lainnya.
[NB/ RVS]
oke penjelasan tentang Cara Merawat Luka Sesuai Anjuran Medis semoga tulisan ini bermanfaat terima kasih