9.3.1 Luka Bakar | ICHRC Perawatan Luka Bakar

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC

Hi, berjumpa kembali, sesi kali ini akan dibahas tentang perawatan luka bakar 9.3.1 Luka Bakar | ICHRC simak selengkapnya 

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC

Luka memanggang dengan luka akibat jasad panas berkaitan dengan risiko tinggi kematian pada anak. Yang bertahan hidup, hendak menderita cacat dengan pukulan psikis sebagai akibat melalui ambruk dengan pemeliharaan yang lama di bangunan sakit.

Penilaian

Luka memanggang dapat berjalan pada sebagian lembaran indra peraba atau kian dalam. Luka memanggang yang pada (full-thickness) berfaedah seluruh ketebalan indra peraba orang sakit mengalami kerusakan dengan tidak hendak berjalan regenerasi kulit.

Tanyakan dua hal berikut:

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC
  • Sedalam apakah luka memanggang tersebut?
    • Luka memanggang dalam, berwarna hitam/putih dengan biasanya kering, tidak terasa dengan tidak memucat bila ditekan.
    • Luka-bakar-sebagian, berwarna merah anom atau merah, melepuh atau berair dengan nyeri.
  • Seberapa luas tubuh orang sakit yang terbakar?
    • Gunakan denah luas bidang tubuh beralaskan baya berikut ini.
    • Sebagai pilihan lain, gunakan telapak tangan orang sakit buat memperkirakan luas luka bakar. Telapak tangan orang sakit berukuran barang 1% dari habis-habis-an bidang tubuhnya.

Bagan perkiraan persentase bidang tubuh yang terbakar

Perkirakan habis-habis-an alun-alun yang betok dengan menilai persentase bidang tubuh yang terkena seperti yang ditunjukkan pada gambar (lihat tabel buat alun-alun A–F yang berubah sesuai dengan baya pasien).

Tatalaksana

9.3.1 Luka Bakar | ICHRC
  • Rawat inap semua orang sakit dengan luka memanggang >10% bidang tubuh; yang meliputi wajah, tangan, kaki, perineum, melewati sendi; luka memanggang yang melingkar dengan yang tidak bisa berobat jalan.
  • Periksa apakah orang sakit mengalami cedera saluran respiratorik karena menghirup asap (napas mengorok, bulu hidung terbakar),
    • Luka memanggang wajah yang beban atau pukulan inhalasi agak-agak menghajatkan intubasi, trakeostomi
    • Jika ada bukti ada distres pernapasan, agihkan oksigen (lihat bagian 10.7).
  • Resusitasi enceran (diperlukan buat luka memanggang bidang tubuh > 10%). Gunakan cairan Ringer laktat dengan glukosa 5%, cairan garam normal dengan glukosa 5%, atau setengah garam normal dengan glukosa 5%.
    • 24 arloji pertama: hitung keperluan enceran dengan menambahkan enceran dari keperluan enceran rumatan (lihat bagan 17) dengan keperluan enceran resusitasi (4 ml/kgBB buat setiap 1% bidang tubuh yang terbakar)
      • Berikan ½ dari habis-habis-an keperluan enceran pada tempo 8 arloji pertama, dengan sisanya 16 arloji berikutnya.

        Contoh: buat orang sakit dengan beban awak 20 kg dengan luka memanggang 25%

        Total enceran pada tempo 24 arloji pertama

        = (60 ml/jam x 24 jam) + 4 ml x 20kg x 25% luka bakar

        = 1440 ml + 2000 ml

        = 3440 ml (1720 ml selama 8 arloji pertama)
    • 24 arloji kedua: berikan ½ hingga ¾ enceran yang diperlukan selama hari pertama
    • Awasi orang sakit dengan ketat selama resusitasi (denyut nadi, frekuensi napas, tekanan darah dengan jumlah air seni)
    • Transfusi darah agak-agak diberikan buat memperbaiki lesu darah atau pada luka-bakar yang pada buat mengganti kehilangan darah.
  • Mencegah Infeksi
    • Jika indra peraba sedang utuh, bersihkan dengan cairan antiseptik secara gontai tanpa merobeknya.
    • Jika indra peraba tidak utuh, hati-hati bersihkan luka bakar. Kulit yang melepuh harus dikempiskan dengan indra peraba yang mati dibuang.
    • Berikan antibiotik topikal/antiseptik (ada beberapa pilihan bergantung ketersediaan obat: peraknitrat, perak-sulfadiazin, gentian violet, povidon dengan bahkan buah pepaya tumbuk). Antiseptik pilihan ialah perak-sulfadiazin karena dapat menembus bagian indra peraba yang telah mati. Bersihkan dengan balut luka setiap hari.
    • Luka memanggang kecil atau yang berjalan pada alun-alun yang sulit buat ditutup dapat dibiarkan terbuka serta dijaga biar tetap kering dengan bersih.
  • Obati bila berjalan jangkitan sekunder
    • Jika jelas berjalan jangkitan lokal (nanah, bau busuk, selulitis), kompres jaringan bernanah dengan kasa lembap, lakukan nekrotomi, obati dengan amoksisilin lisan (15 mg/kgBB/dosis 3 kali sehari), dengan kloksasilin (25 mg/kgBB/dosis 4 kali sehari). Jika dicurigai ada septisemia gunakan gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) ditambah kloksasilin (25–50 mg/kgBB/dosis IV/IM 4 kali sehari). Jika dicurigai berjalan jangkitan di bawah keropeng, buang keropeng tersebut .
  • Menangani melalui sakit
    • Pastikan penanganan melalui ambruk yang diberikan kepada orang sakit adekuattermasuk perlakuan sebelum prosedur penanganan, seperti mengganti balutan.
    • Beri parasetamol lisan (10–15 mg/kgBB setiap 6 jam) atau analgesik narkotik IV (IM menyakitkan), seperti morfin sulfat (0.05–0,1 mg/kg BB IV setiap 2–4 jam) andaikata sangat sakit.
  • Periksa kapasitas pencacaran tetanus
    • Bila belum diimunisasi, agihkan ATS atau immunoglobulin tetanus (jika ada)
    • Bila telah diimunisasi, agihkan ulangan pencacaran TT (Tetanus Toksoid) andaikata telah waktunya.
  • Nutrisi
    • Bila agak-agak mulai agihkan bersuka-suka segera pada tempo 24 arloji pertama.
    • Anak harus beroleh diet tinggi kalori yang mengandung cukup protein, vitamin dengan suplemen zat besi.
    • Anak dengan luka memanggang luas membutuhkan 1.5 kali kalori normal dengan 2-3 kali keperluan zat putih telur normal.

Kontraktur luka bakar

​Luka memanggang yang melewati bidang otot ketul anggota tubuh dapat mengalami kontraktur, walaupun menduga mendapatkan penanganan yang terbaik (hampir selalu berjalan pada penanganan yang buruk).

  • Cegah kontraktur dengan mobilisasi pasif atau dengan membidai bidang otot ketul Balutan dapat memakai gips. Balutan ini harus dipakai pada tempo orang sakit tidur.

Fisioterapi dengan rehabilitasi

  • Harus dimulai sedini agak-agak dengan berlanjut selama cara pemeliharaan luka bakar.
  • Jika orang sakit dirawat-inap pada jangka tempo yang cukup lama, sediakan mainan buat orang sakit dengan agihkan semangat buat tetap bermain.

Mengalami luka ? Butuh perawatan luka segera ? Disini solusinya. Kinik dan Apotek Az-Zahra adalah klinik pratama dan apotek terpercaya dengan dokter, perawat, dan apoteker profesional serta dengan biaya yang terjangkau. Kami siap melayani rawat luka serta pengobatan luka yang anda butuhkan, baik luka terbuka maupun luka terbakar. Segera datang ke Klinik  Apotek Az-Zahra 24 Jam di Jl. Piyungan - Prambanan Km 3 No 28, Jatigrit, Srimartani, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hubungi WA Klinik 0821 3449 5179 & WA Apotek 0821 3485 1327.

oke detil mengenai 9.3.1 Luka Bakar | ICHRC semoga artikel ini berguna terima kasih