
Hi, selamat pagi, artikel ini akan membahas mengenai perawatan luka pasien pasca bedah mulut 9.1.1 Perawatan Pra Pembedahan | ICHRC simak selengkapnya
Anak dengan anak buah tuanya harus disiapkan untuk menghadapi garis haluan operasi yang diperlukan dengan memberikan persetujuan terhadap garis haluan tersebut.
- Jelaskan pada anak buah tua apa pasal diperlukan pembedahan, antisipasi produk yang akan terjadi, risiko dengan profit yang ada.
- Bedakan antara hal yang membutuhkan aksi bedah kedaruratan dengan hal bedah elektif:
KASUS BEDAH KEDARURATAN:
- Resusitasi bedah (perdarahan intra-abdomen)
- Obstruksi strangulasi (hernia strangulata, invaginasi, dll)
- Infeksi (peritonitis)
- Trauma.
Faktor yang dihadapi:
- hipovolemia/dehidrasi:
Tindakan:
- berikan air Dextrose 5%/garam normal 1/3, atau Ringer Laktat
- kebutuhan air rumatan:
10 Kg I: 100ml/kg BB/24 jam
10 Kg II: 50 ml/kg BB/24jam
10 Kg III: 25ml/kgBB/24jam
contoh:
Pasien 24 kg, kebutuhan air adalah 10x100 + 10x50 + 4x25 = 1600 ml/24jam
Jumlah kerugian air pada:
- dehidrasi ringan 5% x BB (dalam gram)
- dehidrasi cukup 10% x BB
- dehidrasi berat 15% x BB .
contoh:
Bayi 4 kg dengan hal bedah kedaruratan dengan dehidrasi cukup yang akan dioperasi dalam waktu 6 jam, bahwa kebutuhan cairannya adalah :
Kebutuhan air dehidrasi = 10% x 4000 g = 400 ml
Kebutuhan air rumatan 6 jam = (4 x 100ml) x 6/24 = 100 ml
Kebutuhan total air selama 6 jam = 500 ml
Kateter uretra harus terpasang dengan pabrikasi urin dipantau (n=½ ml - 2ml/kgBB)
- Hipotermia: pasien dihangatkan
- Kembung obstruksi: pasang NGT
- Asidosis: emendasi dikerjakan bila rehidrasi telah selesai dilakukan
- Infeksi: antibiotik dapat diberikan, ayu sebagai pengobatan maupun profilaksis.
KASUS BEDAH ELEKTIF:
- Pastikan anak obat sehat secara medis untuk melaksanakan pembedahan.
- Siapkan darah untuk transfusi bila diperkirakan jenis operasi akan mengakibatkan perdarahan yang cukup banyak, galibnya packed red cell 20 ml/kgBB cukup memadai.
- Koreksi anemia pada anak obat yang tidak harus segera melaksanakan pembedahan.
- Pasien dengan hemoglobinopati yang membutuhkan aksi bedah dengan anestesi, membutuhkan penanganan khusus. Silakan lihat buku standar pediatri untuk bertambah jelasnya.
- Periksa bahwa anak obat berada pada kondisi vitamin yang baik. Gizi yang ayu bena untuk menyembuhkan luka.
-
Periksa bahwa perut anak obat kosong sebelum memberikan anestesi umum
- Bayi berumur 12 bulan: tidak boleh diberi makanan padat selama 8 jam, susu formula 6 jam, air bening 4 jam atau ASI 4 jam sebelumpembedahan
- Jika anak obat harus berpuasa bertambah lama (> 6 jam) berikan air intravena yang mengandung glukosa.
-
• Pemeriksaan laboratorium pra operasi biasanya tidak begitu perlu, namun, lakukan keadaan beserta jika memungkinkan:
- Bayi < 6 bulan: kontrol Hb atau Ht
-
Anak 6 bulan–12 tahun:
- bedah minor (misalnya herniotomi) – tidak perlu dilakukan pemeriksaan
- bedah mayor - kontrol Hb atau Ht
- pemeriksaan lainnya sesuai indikasi
-
Antibiotik pra-pembedahan harus diberikan untuk:
-
kasus infeksi dengan kontaminasi:
- pembedahan perut: ampisilin (25–50 mg/kgBB IM/IV empat kali sehari), gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) dengan metronidazol (7.5 mg/kgBB tiga kali sehari) sebelum dengan 3-5 hari setelah pembedahan
- pembedahan saluran kemih: ampisilin (25–50 mg/kgBB IV/IM empat kali sehari), dengan gentamisin (7.5 mg/kgBB IV/IM sekali sehari) sebelum dengan 3-5 hari setelah pembedahan
-
anak dengan risiko endokarditis (pasien PJB atau RHD) yang harus melaksanakan garis haluan pemeliharaan gigi, mulut, saluran pernapasan dengan kerongkongan
- beri amoksisilin 50 mg/kgBB bohlam verbal sebelum operasi atau, jika tidak bisa minum, berikan ampisilin 50 mg/kgBB IV 30 menit sebelum pembedahan.
-
kasus infeksi dengan kontaminasi:
NILAI ULANG KEBUTUHAN NICU/ICU (pembedahan dengan sayatan di atas umbilikus galibnya membutuhkan pemeliharaan intens pasca-pembedahan).
oke detil mengenai 9.1.1 Perawatan Pra Pembedahan | ICHRC semoga artikel ini bermanfaat terima kasih